
impor BlackBerry dan iPhone diancam di hentikan oleh Menteri Perdagangan jika kedua perusahaan pembuat asal kanada ini tidak membangun layanan purna jual (service centre).
Rencana pemerintah menghentikan distribsi Blackberry tidak mengurangi minat pengunjung untuk membeli ponsel pintar buatan RIM tersebut. “Tiap hari ada saja pengunjung yang melihat-lihat dan menawar Blackberry yang dipajang. Memang sedang tren,” kata Denie, salah satu penjaga toko ponsel di ITC Roxy, Jakarta Pusat.[VIVAnews - ]
Blogroll
- Rusli Zainal Sang Visioner
- Stop Dreaming Start Action